Arsitektur Minimalis



Gaya arsitektur minimalis, menyajikan bangunan yang sangat simple. Pertimbangan tata letak, bentuk mengacu pada fungsi dengan meminimalkan ornamen atau bahkan tidak ada ornament. Dasar fungsi yang diterapkan pada bangunan arsitektur minimalis termasuk, fungsi ruang untuk kegiatan dan fungsi struktur konstruksi dalam kualitas kerja yang presisi dan akurat.
Eksterior dibentuk oleh sedikit komposisi masa yang sederhana, estetika diberikan oleh perbandingan besar kecil yang harmonis, kombinasi tekstur monoton dalam kesedarhanaan bentuk-bentuk geometris.
Interior ditata dengan menempatkan perabot interior yang tidak memenuhi ruang dengan berlebihan seperti  arsitektur klasik yang kaya ornamen.


Ruang  berlanjut antara ruang satu dan lainnya tanpa pembatas ruang yang solid, ruang terkesan luas dan menyatu. Jendela dan pintu dengan ukuran agak besar dalam bentuk sederhana.
Bahan bangunan yang sesuai digunakan umumnya bahan hasil industri seperti, metal, aluminum, beton jadi, homogenus tile, keramik dan mengekspos bahan-bahan natural seperti kayu, batu tanpa finishing yang berlebihan.

Di Indonesia banyak produk-produk properti yang mendekalarasikan produknya sebagai arsitektur minimalis dengan menampilakan rumah yang kaya dengan ornamen garis-garis horizontal, warna hitam dan abu-abu. Ini menurut saya adalah penyimpangan dari arsitektur minimalis yang sebenarnya. Komposisibanguna sudah tidak lagi minimal tapi kaya ornamen. Garis-garis bukanlagi minimalis jika garis-garisnya terlalu banyak dan terkesan mengada-ada. Mungkin lebih dekat apa bilabanunan seperti ini dikatagorikan sebagai arsitektur artdeko yang berkembang di Jakarta pada tahun 60-an.




Related

Studio Perancangan Arsitektur 2941587369323445317

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Visitors

Flag Counter

Connect Us

item