Langgam Arsitektur Art Deco
https://affifmaulizar.blogspot.com/2013/04/arsitektur-art-deco.html
Nama art deco diperoleh dari
Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes, meskipun
demikian istilahnya tidak digunakan sampai akhir 1960. Art Deco dipengaruhi
oleh banyak kultur berbeda, terutama pada masa pra-perang dunia I di Eropa.
Pergerakan terjadi pada waktu yang sama, dan sebagai tanggapan untuk kemajuan
teknologi dan perkembangan sisoal dari awal abad 20.
Kata Art Deco termasuk
terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966
dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris
yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”.
Pameran itu bertujuan meninjau kembali pameran internasional “l’Expositioan
Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes” yang
diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai
untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya
terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art
Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku
“Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969.
Istilah Art Deco berkembang
sepanjang penampilannya pada tahun 1925 tetapi tidak menerima pemakaian lebih
luas sampai tahun 1960. gaya art deco diangap sebagai gaya yang berwawasan luas
tentang pandangan dekorasi modern yang dipengaruhi oleh berbagai macam sumber,
contohnya :
- Awal pekerjaan arsitek Wiener Werkstätte; disain industri fungsional, dengan akar pada akhir abad ke sembilan belas.
- Seni “primitif” Afrika, Mesir, atau Aztec Mexico, sebagian didesain dengan gaya berbentuk kubus.
- Awal pekerjaan dan pikiran dari Weimar Bauhaus menyangkut tahap penunjukkan dirinya di dalamnya.
- Pahatan dan keramik gaya Yunani jaman kuno perancangan semakin sedikit mendekati " periode kuno"
- Bentuk fractionated, kristal dari dekoratif kubis dan futuristis
- Fauve, warna palet
- Bentuk yang menjengkelkan dari gaya radikal Neoklasiklasik memacu terbentuknya gaya art deco: Boullée, Schinkel
- Art deco sering dihubungkan dengan Musik jazz, Umur Musik jazz gaya jazzy
- Motif binatang dan bentuk daun-daunan tropis; ziggurats; kristal; " sunbursts"; motif air mancur yang disesuaikan mode
- Gaya art deco juga mempengaruhi penampilan wanita, yaitu gaya atletik luwes " modern" wanita; rambut yang dipotong pendek menandakan gadis modern tahun l920-an
- Tahun teknologi mesin dimana ditemukan radio dan pemancar
Paris adalah pusat dari seni
disain art Deco, yang dilambangkan dalam mebel oleh Jacques-Emile Ruhlmann,
yang kita kenal sebagai ahli desainer gaya art deco yang terbaik dan juga
Jean-Jacques Rateau, yang memounyai perusahaan Süe et Mare, layar Eileen Gray,
besi tempa Edgar Brandt, pabrik logam dan pernis Dunand Jean, kaca Rene Lalique
dan Maurice Marinot, barang barang perhiasan dan jam oleh Cartier. Semuanya
mewakili gaya art deco.
Asitektur Art Deco selain
menerima ornamen-ornamen historis, langgam ini juga menerima pengaruh aliran
arsitektur yang sedang berkembang saat itu. Gerakan arsitektur modern yang
sedang berkembang pada saat itu bauhaus, De Stijl, Dutch Expressionism,
International Style, Rationalism, Scandinavian Romanticism dan Neoclassicism,
Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, Jugendstil dan Viennese Secession.
Mereka ikut mempengaruhi bentukan-bentukan arsitektur Art Deco serta memberikan
sentuhan-sentuhan modern. Modern pada saat itu diartikan dengan “berani tampil
beda dan baru, tampil lebih menarik dari yang lain dan tidak kuno” kesemuanya
itu dimanifestasikan dengan pemilihan warna yang mencolok, proporsi yang tidak
biasa, material yang baru dan dekorasi.
Asheville, North Carolina City
Hall, 1926–1928 melambangkan gaya seni amerika yang menganut gaya Art Deco.
Karena banyaknya negara yang
menerapkan langgam ini membuat Art Deco berkembang dengan pesat, hal ini tidak
memudahkan pendefinisian langgam yang bangkit populer kembali pada tahun 60-an.
Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan
sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco
di tempat lain. Tetapi secara umum mereka mempunyai semangat yang sama yaitu
menggunakan ornamen-ornamen tradisional atau historikal, sehingga langgam Art
Deco merupakan langgam yang punya muatan lokal.
Meskipun pada awalnya Art Deco
merupakan gaya yang mengutamakan hiasan-hiasan tradisional setempat, tetapi ia
terbuka terhadap sesuatu yang baru, keterbukaan ini tercermin dalam pemakaian
material yang baru dan dengan teknik yang baru, tak jarang pula mereka
melakukan penggabungan material, sehingga hasil karya mereka hampir selalu
inovatif dan eksperimentatif.
Perkembangan Art Deco tidak lepas
dari pengaruh situasi dan kondisi jamannya, pada saat itu di Eropa sedang berlangsung
revolusi industri, masyarakat terpesona oleh adanya penemuan-penemuan dan
teknologi yang maju dengan pesat. Karakter-karakter teknologi yang
menggambarkan kecepatan diejawantahkan ke dalam desain dalam bentuk garis-garis
lengkung dan zig-zag. art deco juga memiliki ciri khas khusus yaitu tepi yang dibulatkan adalah
karakterisitik dari art deco.
Lengkungan yang ditampilkan itu
merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang
sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada
bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut
dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi
kemoderenan.
Sesuai dengan pengaruhnya, Art
Deco ditandai dengan material seperti aluminum, baja tahan-karat, pernis, kayu,
sharkskin ( shagreen), dan zebraskin. Yaitu penggunaan bentuk yang berani
,berliku-liku dan bentuk kurva ( tidak sama dengan kurva berliku-liku dari art
Nouveau), pola chevron, dan motif sunburst. Sebagian dari motif ini ada dimana
mana- sebagai contoh motif sunburst digunakan dalam konteks bervariasi dengan
contoh motif ini sering digunaka dalam sepatu para nyonya, suatu kisi-kisi
radiator, aula dari Balai Kota Musik Radio dan puncak menara dari bangunan
Chrysler.
Art Deco pelan-pelan menghilang
dari barat setelah banyaknya bangunan yang dibangun dengan gaya art deco pada
saat itu dan mulai ditertawakan oleh para kritikus bangunan sebagai gaya yang
terlalu mencolok dan kemewahan yang palsu. Gaya ini kemudian diperpendek oleh
sifat keras dari perang dunia ke II. Di negara-negara kolonial seperti India, gaya
ini menjadi suatu pintu gerbang untuk Pandangan moderen dan tetap digunakan
dalam tahun 1960. Suatu kebangkitan minat akan Art Deco datang dengan disain
grafis pada tahun 1980, di mana asosiasi nya dengan film noir dan 1930 daya
tarik menuju penggunaannya dalam iklan untuk barang barang perhiasan dan
fesyen.
sumber: rurucoret.blogspot.com
sumber: rurucoret.blogspot.com